Routing Static

 Routing Static

 

  Assalamualaikum WarahmatullahiWabarakatuh

Oke pada kesempatan kali ini saya akan membahas bukan lagi tentang materi MTCNA (MikroTik Certified Network Associate),akan tetapi kita akan memasuki level berikutnya yaitu MTCRE (MikroTik Certified Routing Engineer) nah pada bab kali ini saya akan menerangkan sedikit tentang Static Route (Routing Statik)

Static Route adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut. 

Penggunaan routing statik dalam sebuah jaringan yang kecil tentu bukanlah suatu masalah, hanya beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding table di setiap router. Namun Anda tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi forwarding table di setiap router yang jumlahnya tidak sedikit dalam jaringan yang besar

Oke langsung saja kita ke Static Route nya

Apa itu Static Route? Static Route adalah suatu teknik Routing ,dimana entry routing pada tabel routing akan di susun oleh administrator jaringan.dengan kata lain anda sebagai administrator jaringan yang harus memilihkan jalur terbaik (best Path) bagi router untuk menuju satu atau lebih network tujuan. Teknik routing inin memaksa anda untuk mengisikan entry-entry routing secara manual, entry-entry routing tersebut merupakan entry entry yang berisi network tujuan beserta gateway yang di perlukan untuk menuju network tujuan.paramater yang wajib diisi ketika mengkonfiguarasikan static route adalah Dst.Address dan Gateway nya,parameter gateway bisa kita ini dengan IP address router tetangga atau Interface yang digunakan sebagai out interface. Selanjutnya saya akan menjelaskan bagaimana cara untuk mengkonfigurasikan Static Route dengan topologi yang Simple. Di karenakan pada lab ini saya menggunakan GNS 3,Setingan default interface mikrotik pada GNS 3 adalah : e0 adalah Ethernet 1 , e1 adalah Ethernet2 ,dan seterusnya. 

Oke silahkan buat topologi seperti ini

 

 


 

 

Router-1

[admin@MikroTik] > system identity set name=R-1

[admin@R-1] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1

[admin@R-1] > Ip address add address=12.12.12.1/24 interface=ether2

 

Router-2

[admin@MikroTik] > system identity set name=R-2

[admin@R-2] > ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether1

[admin@R-2] > ip address add address=12.12.12.2/24 interface=ether2

Disini saya tidak menggunakan winbox atau semacamnya disini saya menggunakan cmd/telnet karena di level MTCRE sudah harus belajar menggunakan telnet 

Jika sudah di konfigurasikan ip address pada setiap interface router, maka step selanjutnya adalah melakukan konfigurasi static route.

Parameter yang perlu di isi dalam Static Route adalah Dst.Address=Remote Network dan Gateway =Ip Router tetangga / Outgoing Interface,R1 perlu memasukan Network 192.168.2.0/24 kedalam tabel routing nya karna 192.168.2.0/24 adalah Remote Netwrok dari R1 atau Network yang tidak terhubunh langsung dengan Router,Begitu juga R2 perlu memasukan Remote Network nya yaitu 192.168.1.0/24

 

Router 1

[admin@R-1] > ip route add dst-address=192.168.2.0/24

gateway=12.12.12.2

 

Router 2

[admin@R-2] > ip route add dst-address=192.168.1.0/24

gateway=12.12.12.1

 

Jika sudah maka tabel Routing pada R-2 akan menambah 1 yaitu entry untuk menuju network 192.168.1.0/24 menggunkan parameter gateway=12.12.12.1

[admin@R-2] > ip route print

Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,

C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,

B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit

# DST-ADDRESS PREF-SRC  GATEWAY   DISTANCE

0 ADC 12.12.12.0/24  12.12.12.2 ether2    0

1 A S 192.168.1.0/24  12.12.12.1          1

2 ADC 192.168.2.0/24  192.168.2.1 ether1  0

[admin@R-2] >

Dan pada router 1 juga akan menambah satu table routing yaitu entry untuk menuju network 192.168.2.0/24 menggunkan parameter gateway=12.12.12.2

[admin@R-1] > ip route print

Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r -

rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,

B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit

# DST-ADDRESS PREF-SRC  GATEWAY     DISTANCE

0 ADC 12.12.12.0/24  12.12.12.1 ether2      0

1 ADC 192.168.1.0/24  192.168.1.1 ether1    0

2 S 192.168.1.0/24  12.12.12.2             1

3 A S 192.168.2.0/24  12.12.12.2           1

[admin@R-1] >

 dan jika sudah anda bisa tes ping dari pc ke pc lainnya

 

Dan berikut adalah beberapa parameter yang bisa kita gunakan ketika melakukan Konfigurasi Static Route:

· Destination: Alamat IP Network Tujuan.

· Gateway: IP Address gateway (bisa disebut dengan Gerbang/pintu), IP harus merupakan IP address yang satu subnet dengan IP yang terpasang pada salah satu interface router.Gateway berupa Interface digunakan apabila IP gateway tidak diketahui dan bersifat dinamik (hanya point to point/serial connection).

· Pref Source: source IP address dari paket yang akan meninggalkan router, Biasanya adalah ip address yang terpasang di interface yang menjadi gateway.

· Distance: bisa disebut dengan Jarak, angka yang digunakan perhitungan pemilihan route.

· Scope & Traget Scope: Digunakan untuk recursive nexthoplookup

 

Oke mungkin sekian dulu pembahasan kali ini

 

  Wassalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh

Komentar

Postingan Populer